Yayasan Ismail Idris Bersaudara Adalah Pengalihan Dan Estafet Dari Yayasan Waris Karya Mandiri Telah Bersertifikat SK Kemenkumham

Administrator - Sabtu, 07 Maret 2026 17:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/potretne/public_html/gerbangnegerinews/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.gerbangnegerinews.com/uploads/images/202603/_8292_Yayasan-Ismail-Idris-Bersaudara-Adalah-Pengalihan-Dan-Estafet-Dari-Yayasan-Waris-Karya-Mandiri-Telah-Bersertifikat-SK-Kemenkumham.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/potretne/public_html/gerbangnegerinews/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/potretne/public_html/gerbangnegerinews/amp/detail.php on line 171

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/potretne/public_html/gerbangnegerinews/amp/detail.php on line 172

Gerbangnegerinews.com, Pekanbaru/Riau -Yayasan Ismail Idris Bersaudara merupakan estafet dari Yayasan Waris Berkarya yang berkantor di jalan Ikhlas gang Dalima Panam Pekanbaru - Riau.

Yayasan Ismail Idris Bersaudara yang berkemenkumham no AHU - 0020648.AH.01 TAHUN 2023. Bergerak dalam bidang jasa keamanan serta menjaga pengelolaan parkir di Pasar Selasa Panam

Dalam hal ini, yayasan telah bekerja sama dengan pedagang bahkan telah di mulai dari yayasan sebelum nya yaitu Yayasan Waris Karya Mandiri.

Hal ini di sampaikan oleh ketua yayasan yang biasa di panggil sehari-hari dengan nama Eri

"Kita telah bekerja sama dengan pedagang, yayasan kami melakukan ronda setiap malam, bahkan jika ada barang pedagang yang hilang kami bertanggung jawab mengganti nya." ucap Eri.

Bukan hanya itu saja Eri juga menyampaikan jika terjadi perkelahian antara pedagang yayasan yang menyelesaikan nya

"Bahkan jika terjadi keributan antar pedagang, kami dari pihak yayasan turun untuk menyelamatkan nya," lanjut Eri.

Kerja sama ini menurut Eri, pedagang hanya membayar Iuran sebesar Rp 2000.

"Kami bersepakat dengan pedagang di Pasar Selasa bahwa pedagang memberikan iuran kepada yayasan hanya Rp.2000," tambah Eri.

Eri juga mengatakan, perjalanan yayasan ini telah banyak mengalami berbagai hal.

"Selama perjalanan yayasan ini, mulai dari yayasan pertama hingga diganti dengan yayasan ini telah berbagai hal yang di lalui. Bahkan sering kami di sebut pungli. Namun selama pedagang merasa nyaman, dan kami memang melakukan tugas ronda, parkir dan lain sebagainya. Bahkan jika barang hilang kami bersedia mengganti nya. Pedagang hanya memberikan iuran Rp 2000," ucap Eri.

Selain itu, dari pihak pedagang merasa tenang dengan adanya yayasan ini. Antara lain Faisal seorang pedagang mengatakan yayasan ini bagus

" Yayasan ini lumayan bagus terkait sampah parkir, tentang keberadaan nya di pasar ini memang penting, karena harus ada mengelola dan lagi jika kehilangan yayasan siap ganti," ucap Faisal.

Muslim seorang penjual kelontong mengatakan terkait kutipan 2000 pedangan tidak merasa keberatan.

" Selama ini tentang kutipan 2000 itu kami tidak keberatan, kami bersyukur barang kami tidak ada lagi kehilangan, ada yang menjaga atau ronda malam hari," ucap muslim.

Editor: Sigalingging


Tag:

Berita Terkait