Gerbangnegerinews.com, Pekanbaru/Riau -Di tengah hamparan kebun sawit dan jauhnya jarak dari pusat Kota Pekanbaru, SMA Negeri 13 Pekanbaru tampil berbeda. Sekolah yang berlokasi sekitar 27 kilometer dari pusat kota itu menghadirkan suasana nyaman, asri, dan tertata rapi, jauh dari kesan sekolah pinggiran.
Begitu memasuki gerbang sekolah, perhatian langsung tertuju pada bangunan masjid bernuansa putih yang berdiri megah dan estetis di lingkungan sekolah. Suasana tenang dan bersih semakin memperkuat kesan positif terhadap sekolah tersebut.
Perubahan besar di SMA Negeri 13 Pekanbaru tidak lepas dari peran kepala sekolahnya, Benny Rio Denaldy. Pria bergelar sarjana sains dan magister manajemen pendidikan itu mulai memimpin sekolah sejak tahun 2023 dengan tekad membangun budaya disiplin dan rasa memiliki terhadap sekolah.
"Dulu suasana sekolah ini jauh berbeda. Lingkungannya kurang tertata, disiplin rendah, dan banyak persoalan yang menumpuk. Tapi saya yakin sekolah ini bisa berubah," ujar Benny saat menerima kunjungan Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau, Selasa (19/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para wartawan diajak berkeliling melihat langsung lingkungan sekolah. Suasana belajar terlihat tertib dan kondusif. Tidak tampak siswa berkeliaran di luar kelas maupun keributan selama proses belajar mengajar berlangsung.
Salah satu sudut yang menarik perhatian adalah area kantin terbuka yang dibangun di pelataran dekat jurang kecil dengan latar hamparan kebun sawit. Bangku dan meja kayu lengkap dengan atap sederhana membuat area itu terasa seperti tempat rekreasi terbuka yang nyaman.
Angin sepoi-sepoi dan suasana hijau di sekitar sekolah memberikan kenyamanan tersendiri, baik bagi siswa maupun guru.
"Itu memang sengaja kami bangun untuk menciptakan suasana santai dan menyegarkan. Bukan hanya untuk siswa, tapi guru juga membutuhkan ruang yang nyaman," kata Benny.
Menurutnya, mayoritas siswa SMA Negeri 13 Pekanbaru berasal dari keluarga sederhana, seperti petani sawit dan buruh harian. Banyak siswa yang sepulang sekolah masih membantu orang tua bekerja demi menopang ekonomi keluarga.
Namun kondisi itu tidak menjadi penghalang bagi pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan belajar.
Benny mengaku mengajak seluruh guru dan siswa untuk bersama-sama membangun sekolah dengan menumbuhkan rasa memiliki. Pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil.
Kini, SMA Negeri 13 Pekanbaru dikenal memiliki lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman meski hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sampah plastik nyaris tidak terlihat di area sekolah dan suasana belajar berlangsung dengan tenang.
Transformasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah di kawasan pinggiran pun mampu berkembang dan menghadirkan kualitas pendidikan yang baik dengan komitmen serta kerja sama seluruh warga sekolah.
Sigalingging